Sepertinya profesi yang paling digemari saat ini adalah menjadi ahli politik dan hakim.

Bukan ahli politik lulusan jurusan politik. Tapi ahli politik lulusan sharingan atau postingan sosial media.
Bukan hakim di pengadilan resmi, tapi hakim produk sosial media.

Sepertinya, "Innocent Until Proven Guilty", sama sekali tidak ada artinya.

Konsep ghibah dan fitnah pun blas dipinggirkan saat ber-opini, padahal Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang hamba yang membicarakan sesuatu yang belum jelas baginya (hakikat dan akibatnya), akan dilempar ke neraka jahanam sejauh antara timur dan barat." ~ Riwayat Muslim

Dulu saya juga pernah ikut-ikutan jadi si ahli politik, dan kadang sambilan jadi si hakim. Tapi untungnya menjadi photographer lebih menyenangkan, dan saya tidak pernah terpikir untuk berselingkuh kembali dari kamera saya. *insyaf*

Salam sayang dari tukang foto!

Comment