Selain musim sakura dan momijigari, salah satu waktu terbaik berkunjung ke Jepang adalah tahun baru.

Tidak seperti kebanyakan negara lain, tahun baru di Jepang relatif 'sepi'. Tidak ada hingar bingar kembang api, kecuali di pusat turis, misal di Tokyo. Itu pun hanya di satu spot. Dan kecuali di kota-kota besar, hampir 90% bisnis retail tutup. 

Jika tahun baru di negara lain melulu tentang pesta dan kembang api, maka tahun baru di Jepang adalah momen untuk bersilaturahmi dan beribadah. Biasanya keluarga akan berkumpul di tempat yang dituakan, lalu berangkat bersama ke kuil untuk bersembahyang saat malam tahun baru. Syahdu dan damai.

 Fukuruburo di salah satu toko optik di Hiroshima.

Fukuruburo di salah satu toko optik di Hiroshima.

Namun, kesan sepi seketika berubah keesokan harinya, 2 Januari, saat dimulainya Fukubukuro.

Fukubukuro adalah salah satu tradisi tahun baru di Jepang yang dimulai tanggal 2 Januari -- namun ada beberapa toko yang sudah memulai Fukuruburo mulai 1 Januari. Bayangkan Fukubukuro seperti Black Friday di Amerika, but in a civil way. Tidak ada orang 'berebutan' bahkan adu otot untuk, misal, televisi.

 Fukuruburo di salah satu pusat perbelanjaan di Hiroshima. Everywhere's SALE!

Fukuruburo di salah satu pusat perbelanjaan di Hiroshima. Everywhere's SALE!

Fukubukuro (福袋,   fuku = keberuntungan, dan bukuro = tas) pertama kali di mulai oleh Ginza Matsuya pada masa kekaisaran Meiji. Fukubukuro (lucky bag) biasanya terdiri dari beberapa produk yang di kemas tertutup dalam satu tas. Isi Fukubukuro bervariasi dari kebutuhan rumah tangga, alat sekolah, aksesoris, jas, wine, kosmetik, buah-buahan, perhiasan, dan masih banyak lagi. Potongan harga per-paket bisa hingga 90%, maka tidak jarang akan ada antrian panjang jauh di most wanted stores.

Berdasarkan kepercayaan di Jepang (terutama bagi pelaku retail), momen tahun baru adalah waktu untuk bebersih dan memulai segalanya dengan yang baru. Maka Fukubukuro adalah waktu terbaik dan mudah untuk menghabiskan persediaan barang dari tahun sebelumnya.
 

Tips untuk berburu Fukubukuro ala saya: NONE!

Hehe. 

Iya, tidak ada tips Fukubukuro dari saya. 

Saya selalu berusaha (atau tepatnya sedang belajar) untuk smart shopping (walaupun kadang berat!), kualitas diatas kuantitas.  Saya pun memilih untuk mengetahui apa yang saya beli. Maksudnya, isi satu tas Fukubukuro mungkin bernilai separuh harga, tapi belum tentu saya butuh dan suka dengan isi dari Fukubukuro tersebut.

 Salah satu dari sedikit Fukuruburo yang bisa di intip isi nya. My kinda Fukuruburo. Yuuumm!!

Salah satu dari sedikit Fukuruburo yang bisa di intip isi nya. My kinda Fukuruburo. Yuuumm!!

Tapiiiiiiii saya tahu benar nikmat nya berbelanja! ;) I, actually, used to be an impulsive shopper who were crazy over discounted items :) Well, who doesn't love low price, right? So Fukubukuro definitely a fun experience for you all, cheappo! :)

Planning to go to Japan during the new year? Heck yes! Why? Because you will get three kind of therapies: soul therapy, mind therapy, and.... retail therapy :)

Xoxo
Nizar

Comment