LOKASI TERBAIK MENGINAP DI PRAHA

Praha, ibukota Republik Ceko, ada di urutan ke-14 sebagai kota terbesar Eropa.

Praha cukup besar, memang, tapi sangat mudah untuk dijelajah berkat moda transportasi umum yang canggih dan terintegrasi.

Praha terbagi menjadi 10 distrik. Distrik 1 (Stare Mesto dan Mala Strana) adalah distrik terpadat dan termahal.

Praha terbagi menjadi 10 distrik. Distrik 1 (Stare Mesto dan Mala Strana) adalah distrik terpadat dan termahal.

Location, location, and location! Klo suka nonton House Hunter (Amerika), pasti akrab dengan kalimat tersebut karena host kerap mengulangnya. Karena memang yang menentukan tinggi atau rendahnya harga sebuah akomodasi adalah lokasi. Kebanyakan turis yang pertama kali datang ke Praha akan memilih untuk menginap di Distrik 1, terutama kawasan Old Town, karena dekat dengan tujuan yang akan mereka datangi selama di Praha.

Padahal, dengan sistem transportasi umum yang luar biasa, banyak daerah atau distrik lain yang bisa menjadi pilihan untuk menginap saat mengunjungi Praha.

Seperti kawasan Vinohrady di Distrik 2 yang walaupun dikenal sebagai pemukiman up-scale dan hunian expat namun menyediakan banyak akomodasi yang harganya jauh lebih terjangkau dari Distrik 1. Malah, klo ngga keberatan jalan kaki, bisa banget koq jalan kaki dari beberapa akomodasi di Distrik 2 ke tempat wajib yang di datangi selama di Praha.

Kami sendiri sempat menginap di Distrik 2 (3 malam) dan Distrik 1 (2 malam). Jika bukan karena ingin mengambil foto Charles Bridge dan Kastil selepas subuh, mungkin saya akan kembali menginap di Distrik 2 sekembalinya kami dari Budapest.

Berikut beberapa rekomendasi hotel (kisaran $50-$150/malam) dari dua distrik yang pernah kami coba.

DISTRIK 1 (Old Town)
- Grandium Prague. Hotel ini hanya berjarak 200 m Wenceslas Square dan 1.5 km ke Kastil Praha. Posisi hotel ini dekat dengan pusat perbelanjaan dan restoran, namun cukup sepi sehingga tidak terdengar hingar bingar suara dari pubs/klub yang biasanya ramai hingga lewat tengah malam.
- Alcron Hotel Prague. Hanya berjarak sekitar 150 m dari Wenceslas Square dan 2.3 km ke Kastil Praha. Walaupun eksterior dan interior cukup vintage, namun hotel ini cukup modern, dengan kamar yang besar, dan beragam pilihan untuk breakfast buffet.
- President Hotel Prague. Hotel ini berada di kawasan Jewish Quarter. Sekitar 1.5 km ke Wenceslas Square dan 1.7 km ke Kastil Praha. Hotel ini menyediakan fasilitas spa yang cocok dinikmati setelah berjalan menyusuri kota Praha.
- Michaelangelo Grand Hotel. Nah, hotel ini hanya berjarak 300 m, atau 5 menit berjalan kaki dari masjid atau Islamic Center Prague. Hanya 400 m ke Wenceslas Square, 700 m ke Old Town, dan sekitar 2 km ke Kastil Praha.
- The Grand Mark Prague. Hotel cantik yang instagramable banget. Hanya berjarak 250 m ke Municipal House, 700 m ke Wenceslas Square, dan 1.4 km ke Charles Bridge.
Saya sempat berpikir untuk memilih hotel ini, namun dengan harga minimal $240/malam dan juga jarak yang lumayan jauh dari Charles Bridge, menjadikan saya memilih Charles Bridge Palace. Cuma, harga ngga bohong sih ya!
- Charles Bridge Palace. Ini adalah hotel kedua kami di Praha sekembalinya dari Budapest. Sebelumnya kami menginap di Hotel Ametyst (Distrik 2). Satu-satunya alasan saya booking hotel ini karena jaraknya yang begitu dekat dengan Charles Bridge, hanya sekitar 3 menit berjalan kaki. Saya butuh akomodasi yang sangat dekat dengan Charles Bridge karena saya berencana mengambil foto Charles Bridge dan Kastil Praha larut malam dan sehabis Subuh.

DISTRIK 1 (Mala Strana — daerah di kaki Kastil Praha)
Mala Strana (Lesser Town) adalah daerah di kaki Kastil Praha. Walaupun masih di Distrik 1, namun ‘atmosfir’ Mala Strana berbeda dengan Old Town. Tenang dan syahdu. Itu kesan saya untuk Mala Strana.
- Luxury Family Hotel. Dengan bangunan gaya khas Eropa, hotel ini hanya berjarak 400 m ke Charles Bridge, 700 m ke Praha Kastil, dan 1 km ke Old Town.
- The Charles Hotel. Hotel kecil namun memiliki kamar yang lumayan besar. The Charles Hotel hanya berjarak 400 m ke Charles Bridge, 600 m ke Praha Kastil, 1.2 km ke Old Town, dan 1.8 km ke Wenceslas Square.
- Merchant’s Avenue Residence. Hotel cantik, dengan jenis kamar yang berbeda-beda. Dengan interior perpaduan antara khas eropa dan modern, akomodasi ini banyak menjadi favorit turis. Maka jangan heran hotel ini kerap kali sold out.

DISTRIK 2
- Royal Court Hotel. Pemberhentian tram terdekat hanya 5 menit berjalan kaki dari Royal Court Hotel, sehingga mudah untuk menjangkau Old Town yang berjarak 2 km ke Old Town dan Charles Bridge 2.2 km.
- Dancing House. Sesuai namanya, hotel ini memang berada di Dancing House, salah satu landmark yang cukup terkenal (dan sempat kontroversial) di Praha. Jarak ke Old Town, Charles Bridge, Praha Kastil, dan tujuan lain di sekitar Old Town dari hotel ini rata-rata lebih dari 1 km. Btw, rencananya saya akan booking hotel ini next time kami mengunjungi Praha!
- Hotel Alfons. Hotel dengan interior modern. Untuk yang kurang suka berjalan kaki, hotel ini sangat dekat (berhadapan) dengan stasiun kereta/tram.
- La Ballerina Hotel. Hotel klasik dengan sentuhan modern. Cukup instagramable. Berjarak kurang lebih 1 km ke Old Town dan hampir 2 km ke Kastil Praha.
- Clarion Hotel Prague City. Clarion hanya berjarak 700 m ke Wenceslas Square. Dan punya akses yang sangat mudah ke transportasi umum (kereta dan tram).
- Ametyst Hotel Prague. Ini adalah hotel pertama kami saat tiba di Praha! Ametyst berada di daerah yang sangat tenang. Namun dekat dengan restaurant, dan stasiun subway. Sarapan buffet yang disediakan pun lumayan memuaskan. Saya pelanggan setia couscous dan crepes-nya! Jarak dari Ametyst ke Old Town, Charles Bridge, dan Kastil Praha lebih dari 2 km.

SARAPAN
Rata-rata hotel yang saya listing diatas menyediakan sarapan ‘buffet’. Untuk tamu Muslim, most likely tidak ada pemisahan antara menu yang halal dan haram.
Tapi beberapa hotel, contohnya Ametyst, menyediakan hidangan vegetarian/vegan. Favorit saya adalah couscous dari hotel Ametyst! Yuuum!!!


Yang pasti, entah pada akhirnya menginap di distrik manapun, harus bersiap jalan kaki di Praha. Lagian, kecuali dalam keadaan sakit atau sudah sepuh, nikmatilah berjalan kaki ketika traveling. Karena tanpa kita sadari, berjalan kaki dengan nyaman itu adalah privilige yang mungkin masih susah kita nikmati di Indonesia.

Next blog in sya Alloh saya akan review 2 hotel yang kami tempati selama di Praha. Review jujur sejujur-jujurnya. Hehehe.